Ada Koin Baru Bernama Omicron, Harganya Cukup Bersaing

Posted on

Di tengah dunia sedang mewaspadai kehadiran virus Corona (Covid-19) varian baru B.1.1.529 atau yang disebut Omicron, investor beramai-ramai memborong aset kripto (cryptocurrency) yang bernama sama dengan varian teranyar tersebut, yakni token Omicron (OMIC).

Omicron adalah protokol mata uang cadangan terdesentralisasi yang baru-baru ini diperkenalkan yang berjalan pada jaringan dua lapis Ethereum Arbitrum. Token OMIC aslinya didukung oleh beberapa aset kripto lainnya termasuk stablecoin USD Coin (USDC) dan token penyedia likuiditas.

Itu hanya dapat diperdagangkan di bursa terdesentralisasi SushiSwap, yang telah melihat volume $454.000 untuk pasangan OMIC/USDC selama 24 jam terakhir menurut CoinGecko. Situs web analitik token tidak memiliki rincian lebih lanjut tentang supply OMIC atau kapitalisasi pasar.

Akhir pekan lalu, pasar saham merosot karena berita tentang varian baru COVID-19 menyebar dan Black Friday melihat aksi jual besar-besaran yang menghapus kenaikan November untuk Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite.

Melansir Cointelegraph, Senin (29/11/2021), token OMIC sempat melonjak hingga ke level tertinggi sepanjang masa hari ini ke US$ 689/token beberapa jam lalu. Berdasarkan data CoinGecko, siang ini, pukul 14.17 WIB, token ini berada di posisi US$ 568,92% atau ‘terbang’ 94,9% dibandingkan hari sebelumnya.

Sejak Sabtu pekan lalu (27/11), tepatnya sekitar pukul 14.00 WIB, token OMIC sudah meroket ‘to the moon’ 833,47%.

Lonjakan harga Omicron mungkin mewakili irasionalitas puncak kasus reli mata uang kripto hanya karena namanya secara kebetulan sama dengan varian baru virus corona yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan.

Penyedia data, seperti Messari, crypto.com, dan CoinGecko, tidak memberikan perincian tentang kapitalisasi pasar Omicron.

Melansir CoinDesk, beberapa pengamat kripto melihat lonjakan harga Omicron sebagai kondisi seperti gelembung di pasar mata uang kripto.

Omicron mendapat dukungan dari sekeranjang aset, termasuk stablecoin USD Coin, dan hanya terdaftar di bursa terdesentralisasi SushiSwap.

Namun, minggu baru dimulai dengan pasar crypto kembali hijau pada saat penulisan setelah jatuh ke level terendah sejak pertengahan Oktober pada hari Sabtu. Total kapitalisasi pasar naik 5,6% selama 24 jam terakhir dan saat ini mencapai $2,71 triliun, menurut CoinGecko.

Bursa saham Eropa, Asia, dan bahkan Indonesia juga terkena dampak pemberitaan soal Covid-19 Omicron tersebut. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 2,06% pada Jumat. Namun, hari ini, per pukul 14.45 WIB, indeks acuan saham nasional tersebut mulai rebound 0,68%.

Di pasar kripto, awan mendung koreksi juga tampak mulai menghilang. Berdasarkan data Coinmarketcap, total kapitalisasi pasar kripto naik 5,38% mencapai US$ 2,58 triliun dalam 24 jam terakhir. Aset kripto raksasa, termasuk bitcoin–kripto dengan market cap terbesar–berhasil rebound dengan melesat 5,45% ke US$ 57.580,11.