Cadangan Devisa China Naik pada Desember

Posted on

Cadangan devisa China pada Oktober naik secara bulanan untuk pertama kalinya sejak Juli. Cadangan devisa China meningkat seiring dengan tergelincirnya mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama lainnya.

Dilansir Bloomberg, Senin (8/11), cadangan devisa China yang merupakan terbesar di dunia tercatat mencapai 3.218 triliun dolar AS pada akhir Oktober 2021. Jumlah tersebut naik 0,53 persen dari bulan sebelumnya, menurut data dari State Administration of Foreign Exchange (SAFE).

“Meskipun pandemi Covid-19 berulang dan masih ada ketidakpastian di antara pemulihan ekonomi global, ekonomi China terus pulih dengan ketahanan yang kuat dan potensi besar, yang akan memberikan dukungan untuk menjaga stabilitas keseluruhan dalam skala cadangan devisa,” kata perwakilan SAFE.

Yuan CNY sangat sensitif terhadap perkembangan dalam sengketa perdagangan China-AS yang berlangsung selama setahun yang telah meningkatkan tekanan pada ekonomi China yang sudah melambat.

Regulator valuta asing dalam sebuah pernyataan mengungkapkan, peningkatan cadangan devisa pada Juni karena perubahan dalam nilai tukar mata uang dan harga aset.

Yuan menguat tajam bulan lalu di tengah harapan bahwa para pemimpin AS dan China akan menyepakati gencatan senjata perdagangan saat menghadiri KTT G20 di Jepang.

Aliran dana asing mengalir ke saham dan obligasi China, setelah negeri itu memimpin ekonomi utama lainnya dalam pemulihan dari pandemi virus corona.

Cadangan devisa China yang tercatat sebagai yang terbesar di dunia, kembali ke level yang terakhir terlihat pada 2016. Tetapi tindakan keras peraturan yang meluas dalam beberapa bulan terakhir telah menghidupkan kembali kekhawatiran tentang risiko berinvestasi di Cina.

Pada KTT itu, Presiden AS, Donald Trump; dan Presiden China, Xi Jinping sepakat untuk melanjutkan negosiasi perdagangan dan Trump menawarkan konsesi termasuk tidak ada pungutan baru dan pelonggaran pembatasan raksasa teknologi Huawei.

Meski cadangan devisa Indonesia masih cukup tinggi, tetapi nilainya sangat jauh dibandingkan China. Bank Indonesia (BI) Jumat pekan lalu melaporkan cadangan devisa pada akhir Oktober turun US$ 1,4 miliar ke US$ 145,5 miliar.

China memiliki cadangan devisa sebesar US$ 3,218 triliun, artinya sekitar 22 kali lipat lebih besar ketimbang milik Indonesia.

Wang Chunying, wakil direktur dan juru bicara SAFE mengatakan kenaikan cadangan devisa tersebut akibat fluktuasi nilai tukar valuta asing dan perubahan harga aset.

Dolar Amerika Serikat yang melemah sepanjang Oktober menjadi salah satu penyebab meningkatnya nilai mata uang utama lainnya dalam cadangan devisa China.

Kemudian, cadangan emas China dilaporkan tetap sebanyak 62,64 ton. Tetapi nilai emas cadangan devisa emas naik menjadi US$ 110,73 miliar dari sebelumnya US$ 109,18 miliar.

China menjadi negara dengan cadangan devisa terbesar di dunia sejak Februari 2006 menggeser Jepang. Sejak saat itu, posisi China tak tergantikan, cadangan devisanya terus melambung tinggi.

Nilai tukar Yuan turun 0,06% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Juli. Namun nilai tukar dolar AS melemah 0,3% pada Juli terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya.

China memegang 62,64 juta troy ons emas murni pada akhir Juli, tidak berbeda dengan kepemilikan di akhir Juni silam.

Namun, nilai dari cadangan emas itu naik menjadi $114,37 miliar pada akhir Juli dari $110,45 miliar pada akhir Juni.

Sebagai pembanding, Indonesia memiliki cadangan devisa senilai US$ 137,3 miliar per akhir Juli, meningkat dari posisi per akhir Juni, yaitu US$ 137,1 miliar.