IHSG berbalik arah terkoreksi 0,32% ke 6.512,8 di sesi I, asing jual BUKA, ANTM, BBNI

Posted on

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan sesi pertama, Rabu (1/12). Melansir data RTI, indeks turun 0,32% atau 21,098 poin ke level 6.512,834.

Tercatat 347 saham turun, 188 saham naik, dan 118 saham stagnan. Total volume perdagangan 15 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 9,47 triliun.

Sejak pembukaan perdagangan sesi kedua hari ini, pergerakan IHSG cenderung menurun. Padahal pada sesi I hari ini, IHSG sempat bertahan di zona hijau. IHSG pun gagal menembus kembali level psikologisnya di 6.600.

Enam indeks sektoral menyeret langkah IHSG. Tiga indeks sektoral yang berkontribusi paling besar penurunan IHSG adalah IDX Sektor Barang Konsumsi non Primer 1,20%, IDX Sektor Infrastruktur 1,04%, dan IDX Sektor Teknologi 0,56%.

Saham-saham top losers LQ45:

  • PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) turun 4,27%
  • PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) turun 3,82%
  • PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) turun 2,68%

Saham-saham top gainers LQ45:

  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik Rp 5,03% ke Rp 8.875
  • PT Adaro Energy Tbk (ADRO) naik 3,53% ke Rp 1.760
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik 2,78% ke Rp 6.475

Aksi jual investor asing turut menekan langkah IHSG. Di pasar reguler, net sell asing Rp 200,900 miliar dan Rp 118,610 miliar keseluruhan market.

Saham-saham dengan jual bersih terbesar yakni PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 99,2 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 36,6 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 35,3 miliar.

Saham-saham dengan beli bersih asing terbesar yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 149,2 miliar, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) Rp 71,5 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 59,5 miliar.

Dari pergerakan sahamnya, saham BMRI ditutup stagnan di level harga Rp 7.175/unit, sedangkan saham BBRI berakhir melemah 0,47% ke level harga Rp 4.230/unit.

Sementara penjualan bersih dilakukan asing di saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang dilepas sebesar Rp 38 miliar dan di saham PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 37 miliar.

Saham BUKA ditutup ambles 2,16% ke level Rp 680/unit, sedangkan saham ASII ditutup stagnan di level harga Rp 6.025/unit.

Koreksi IHSG pada penutupan perdagangan sesi II hari ini terjadi di tengah dua kabar positif yang hadir di dalam negeri.

Pertama adalah berlanjutnya ekspansi sektor manufaktur Indonesia di bulan Oktober. IHS Markit mencatat aktivitas manufaktur yang tergambarkan pada Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) RI bulan Oktober naik 5 poin ke 57,2. Dengan kenaikan tersebut PMI manufaktur RI berada di level tertingginya dalam 5 tahun terakhir.