Saham TLKM, PTBA, BBCA Laris

Posted on

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Kamis (2/12/2021). IHSG pada pukul 11.30 WIB parkir di level 6.567,96 atau menguat 0,93 persen, setelah bergerak di renyang 6.484,57-6.568,38. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp8.162,37 triliun. Tercatat, 265 saham menguat, 233 saham melemah dan 153 saham bergerak ditempat. Total transaksi mencapai Rp7,48 triliun, dan investor asing tercatat membukukan aksi net foreign buy sebesar Rp46,37 miliar.

PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) menjadi top gainer teratas hingga akhir sesi I dengan kenaikan 22,67 persen ke Rp92. Menyusul di belakangnya adalah PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) dengan penguatan masing-masing 15,49 persen dan 9,5 persen,

Investor asing tercatat membeli saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan net buy sebesar Rp71,4 miliar, atau yang terbanyak sejauh ini. Menyusul dibelakangnya adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan net buy senilai Rp36,3 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp33,9 miliar. Sebelumnya, MNC Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang rebound pada perdagangan hari ini hingga ke 6.600.

Hingga tengah hari ini, Telkom Indonesia (TLKM) catatkan aksi beli bersih tertinggi sebesar Rp 71,4 miliar. Saham TLKM naik 2,21 persen di level Rp 4.170 per saham. Adapun volume perdagangan TLKM mencapai 61,3 juta saham dengan total transaksi Rp 255,2 miliar.

Net buy asing tertinggi juga dicatatkan oleh Bukit Asam (PTBA) sebesar Rp 36,3 miliar. PTBA selama sesi I perdagangan melesat 3,8 persen di level Rp 2.700 per saham. PTBA mecatatkan total transaksi Rp 83,8 miliar dengan volume 31,3 juta saham.

Bank Central Asia (BBCA) juga catatkan net buy tertinggi setelah TLKM dan PTBA, senilai Rp 33,9 miliar. BBCA bertambah 2,05 persen di level Rp 7.450 per saham. Adapun volume perdagangan BBCA sebesar 28,8 juta saham dengan total transaksi Rp 212 miliar.

Bukalapak (BUKA) dan XL Axiata (EXCL) mencatatkan aksi jual bersih tertinggi pada sesi I masing-masing sebesar Rp 29,6 miliar dan Rp 23,6 miliar. BUKA selama sesi I, menguat 0,9 persen di level Rp 515 per saham, sementara EXCL naik 1,6 persen di level Rp 3.120 per saham.

Saham-saham yang menjadi top gainers di sesi I antara lain, Berkah Beton Sadaya (BEBS) yang meroket 7 persen di level Rp 4.280 per saham, Indika Energy (INDY) juga melesat 4,46 persen di level Rp 1.755 per saham, dan United Tractors (UNTR) di level Rp 22.875 per saham atau naik 3,8 persen.

Sementara pasar saham Asia siang ini bervariasi. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,3 persen dan indeks Komposit Shanghai naik tipis 0,05 persen. Sedangakan Nikkei melemah 0,36 persen dan Strait Times turun 0,03 persen.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS hingga siang ini bergerak melemah.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 12.21 WIB, mata uang garuda berada di level Rp 14.378 per dollar AS atau turun 31 poin (0,22 persen) dibandingkan sebelumnya Rp 14.347 per dollar AS.

Sedangkan yang menjadi top losers di antaranya, Bank Neo Commerce (BBYB) yang terjun 4,3 persen di level Rp 2.210 per saham. Bank Raya Indonesia (AGRO) turun 2,9 persen di level Rp 2.010 per saham, dan Ace Hardware (ACES) juga terkoreksi 2,3 persen di level Rp 1.240 per saham.

Pada akhir perdagangan Rabu (1/12/2021) kemarin, IHSG ditutup turun 0,40 persen menjadi 6.507,67. “Dapat diwaspadai untuk level support terdekat IHSG di 6.480-6.487, apabila terkoreksi dari level supportnya, maka kami perkirakan IHSG akan mengarah ke 6.375-6.464,” tulis Tim Riset MNC Sekuritas, Kamis (2/12/2021). Namun demikian, apabila IHSG masih mampu bertahan di atas support, maka posisinya sedang peluang untuk menguat kembali menguji 6.550-6.600