Token Metaverse Melonjak, Koin Kripto Utama Menuju Level Support

Posted on

Pasar kripto tetap menjadi bidikan investor minggu ini lantaran token utama menuju level support setelah turun dari rekor valuasi tertinggi dua minggu lalu, sementara token terkait Metaverse mengalami pergerakan harga yang mengesankan seperti yang diperkirakan analis Morgan Stanley (NYSE:MS)) bahwa metaverse akan mencatatkan total pasar yang dapat ditangani lebih dari US$8 triliun, termasuk real estat, pengeluaran ritel inti, mobil, game, musik, dan restoran.

Proyek paling populer pukul 10.14 WIB – Axie Infinity naik 2,5%, Sandbox melonjak 25%, Decentraland menguat 5% dan Alien Worlds melonjak 15% dapat digambarkan sebagai proyek blockchain yang berfokus pada penyediaan pengguna dengan kemampuan untuk menciptakan dunia virtual sendiri dan memungkinkan pemain untuk memonetisasi pengalaman mereka melalui pengumpulan cryptocurrency dalam game atau token yang tidak dapat dipertukarkan.

Di antara token lainnya pukul 10.06 WIB, Bitcoin turun 0,99% ke 57.124,8, Ethereum melemah 0,32% di $4.174,22, Binance Coin naik 0,48%, Shiba Inu menguat 1%, Koin Crypto.com melesat 4% dan Stellar turun 2%.

Saat ini, pengembang yang masuk ke metaverse sebenarnya sudah menggunakan mata uang kripto sebagai alat pembayaran, contohnya di Decentraland dan Sandbox.

Jika seseorang mengunjungi Decentraland, yang mengklaim sebagai dunia virtual atau online pertama yang terdesentralisasi secara penuh, ia akan membutuhkan token kripto MANA untuk membeli sesuatu, seperti tanah hingga gedung. Di sana pengguna akan bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang dengan berbagai avatar.

Melansir Reuters, baru-baru ini, sepetak real estat virtual di dunia online Decentraland dijual senilai US$ 2,4 juta mata uang kripto atau setara dengan Rp 34,08 miliar (dengan asumsi kurs Rp 14.200/US$).

Adapun pembeli real estat tersebut adalah anak perusahaan Tokens.com, yang disebut Metaverse Group, seharga 618.000 MANA pada hari Senin (22/11).

Di Decentraland, tanah dan barang-barang lainnya dijual dalam bentuk non-fungible token (NFT), sejenis aset kripto.

Bisa dikatakan, penggemar kripto membeli tanah di sana sebagai investasi spekulatif, dengan menggunakan kripto asli Decentraland MANA.

Adidas, yang baru-baru ini masuk ke metaverse dengan meluncurkan POAP (proof of attendance protocol), pada aplikasi adidas Confirmed-nya, men-tweet pada hari Selasa (23/11) soal rencana untuk mengembangkan apa yang disebut “adiVerse” dalam kemitraan dengan The Sandbox.

Catatan saja, investor yang tertarik dengan kripto atau segala hal soal metaverse perlu melakukan banyak riset dan mempertimbangkan dengan matang soal hal tersebut sebelum berinvestasi di dalamnya.

Sebagai permulaan, Anda mungkin perlu mengunjungi metaverse untuk mencicipi suasana di sana. Ambil contoh, Anda bisa mengunjungi Decentraland sebagai tamu–dengan mendaftar dan membuat avatar Anda–tanpa memerlukan peralatan realitas virtual atau menghabiskan token MANA sepeser pun. Di sana Anda juga bisa berkomunikasi alias ngobrol dengan orang lain via avatar.
Apalagi, ide metaverse masih dalam tahap awal. Selain itu, akan ada banyak versi dan metaverse, bergantung pada perusahaan apa yang bakal membangunnya.